16.9.09

Pengingkaran diri dalam kehidupan sehari-hari

Pernahkah Anda melakukan sesuatu yang sebenarnya Anda ketahui bahwa sesuatu yang Anda lakukan merupakan suatu kesalahan atau anda tahu bahwa itu salah tetapi Anda tetap melakukannya bahkan menjadi kebiasaan?. Atau Anda melihat suatu kebenaran tapi tidak mau mengikuti malah bertahan dengan alasan Anda yang nyata-nyata salah, bahkan hati kecil pun mengakui bahwa yang dilakukan adalah salah?. Dan ironisnya kesalahan tersebut dianggap hal biasa hingga menjadi "benar" menurut penilaian sendiri.

Banyak perilaku pengingkaran diri ini yang kelihatannya normal padahal hidupnya penuh dengan topeng-topeng kepalsuan. Agar dilihat bagus dari luar tetapi sebenarnya bobrok didalamnya. Jika diambil contoh akan banyak sekali perilaku seperti itu yang menyusup dalam kehidupan kita namun kita sendiri merasa semua baik-baik saja dan merasa tidak ada yang salah.

Saya ambil contoh di bulan ramadhan ini, Seorang teman yang tidak berpuasa ketika diluar rumah tetapi ketika pulang kerumah pada saat berbuka puasa ikut-ikutan berbuka bersama keluarga seolah-olah dia berpuasa dan pada saat sahur pun demikian ikut-ikutan sahur. Entah karena takut orang tua, istri atau malu sama anak yang jelas dia tidak merasa bersalah dengan perilakunya itu. Ya… saya tidak berhak mencampuri urusan temanku tersebut, cuma seperti itulah contoh kecil pengingkaran diri dan itulah kadang dalam hidup hal-hal semacam ini secara sadar sering kita lakukan seperti berbohong, atau menipu diri untuk menutupi kelemahan atau kesalahan.

Seorang pelajar yang sering membolos tentu mengingkari dirinya dengan pura-pura pergi sekolah tetapi malahan main dan jelas telah membohongi orang tuanya yang menyangka anaknya benar-benar pergi untuk sekolah.

Kita selalu kelihatan ingin tampil baik dan sempurna dalam kehidupan kita, sehingga gaya dari mulai model pakaian hingga rambut pun tidak mau ketinggalan jaman plus kendaraan yang dipakai juga ingin kelihatan keren. Segala cara diupayakan agar bisa tampil gaya, gak perduli harus ngutang, pinjam sana-pinjam sini, cicil sana cicil sini, asal bisa punya motor atau mobil dan penampilan yang wah.. padalahal kita sendiri tahu bahwa kita tidak mampu atau kalaupun mampu sangat terlalu memaksakan diri. Prinsip “bagaimana nanti” telah menjadi kebiasaan kita sehari-hari bukan “nanti bagaimana?”.

Memang tidak ada yang salah dengan semua itu jika benar kita mampu dan tidak mamaksakan diri tetapi jalas akan salah jika semua itu hanya upaya mengingkari keadaan diri yang sebenarnya belum mampu. Akibatnya kita terjerat dengan masa depan yang terbebani akibat ulah kita sendiri.

Seorang pecandu rokok yang bisa menghabiskan minimal 4 bungkus rokok sehari tahu bahwa dia telah menderita kecanduan rokok yang akut karena konsumsi rokok yg berlebihan. Mungkin memang tidak ada aturannya berapa batang rokok yg kita hisap yang membuat seseorang dapat dikatakan kecanduan, tapi kita tahu bahwa hal ini tidak baik, apalagi kalau ternyata pecandu rokok tersebut sebenarnya punya masalah kesehatan dengan paru-parunya yang tidak sehat karena kebiasaan merokoknya tersebut, nah ini sudah termasuk kategori salah. Maaf bukan menyindir para peroko, saya sendiri masih merokok, , Sengaja bikin contoh ini untuk mengingatkan diri saya sendiri bahwasanya ternyata saya juga telah mengingkari diri dengan merokok. Perlu waktu untuk merubah kebiasaan ini atau mungkin saya masih merasa tidak salah dengan merokok ini karena merasa sehat-sehat saja.

Istilah seperti merupakan bentuk pengingkaran diri (self denial) yang berarti proses, cara, perbuatan mengingkari: ~ biasanya dinyatakan dengan kata tidak atau bukan. Hal ini erat kaitannya dengan kebiasaan sehingga apabila dituntut untuk berubah kita menolaknya dengan bentuk pengingkaran diri dan alasan–alasan lain sebagi ajang pembenaran diri. Ujungnya nya kita bertahan dengan kesalahan diri sehingga tak jarang pada akhirnya muncul ungkapan :

“ini lho gue”.
“biarain aja gue udah begini, terserah gue”.
“Gue mau begini atau begitu, urusan gue”
"Suka-suka gue dong”
"peduli amat sama moral yang penting bahagia" dan berbagai pernyataan lainnya.

Jika sudah begini waspadalah bahwa berarti pengingkaran diri sudah melekat bersama ke egiosan dan bahayanya akan sulit menerima masukan yang baik dari orang lain yang sebetulnya adalah untuk kebaikan dirnya sendiri.

Secara naluriah, manusia itu takut menghadapi perubahan apabila sudah terbiasa melakukan suatu kebiasaan. Walaupun mungkin kita sendiri sangat sadar dan tahu bahwa kebiasaan itu belum tentu baik dan benar, bahkan mungkin kita anggap salah, karena tidak sesuai dengan norma dan nilai yang kita anut atau pahami.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan keylock atau kontrol diri yang harus kuat serta diperlukan disiplin tingkat tinggi untuk dapat merubah kebiasaan yang kurang baik tersebut. (Mengenai disiplin ini anda bisa baca di 2 Kunci Sukses Sederhana ) Atau kalau kita tidak sanggup/bisa merubah kebiasaan yg kurang baik itu sendiri, kita perlu bantuan orang lain yang bisa mengingatkan kalau kita salah, harus berubah dan berusaha menjadi lebih baik lagi.

Jika kita melihatnya dari segi Kecerdasan atau Q/quotient, menurut saya semuanya berperan, karena kita tahu bahwa yang kita lakukan itu tidak baik dan butuh perubahan yang signifikan walaupun harus melewati proses yang tidak mudah, karena butuh waktu dan pengorbanan. Tapi apabila kita punya tekad yang kuat dan bisa mengontrol diri untuk berubah atau minimal mengurangi perbuatan/ tindakan kita yang kurang baik tersebut, tanpa kita sadari kita sudah mempunyai keinginan untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan apabila kita sudah merasa sedikit nyaman atau tidak merasa terlalu terbebani dengan target yang hendak kita capai, saya rasa itu sudah mempermudah diri kita sendiri untuk menghadapi perubahan tersebut.

Selamat berubah untuk tidak mengingkari diri.


37 comments:

  1. Astagfirullah

    semoga kita tidak mengingkari diri kita sendiri

    ReplyDelete
  2. makasih mas nasehatnya, berguna banget

    ReplyDelete
  3. Bersilaturahmi kepada semua teman-teman

    Minal Aidin Wal Faizin Mohon maaf lahir bathin

    ReplyDelete
  4. Saya akan mencoba berubah untuk tidak mengingkari diri; sebenarnya ini terkadang dilakukan untuk 'pembelaan diri'...

    ReplyDelete
  5. bersilaturahim setelah berlebaran :)

    ReplyDelete
  6. Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin...

    ReplyDelete
  7. saya sudah pasang link anda, qo saya belum menemukannya link saya ya...
    saya copot dulu ya mas...
    nati kalau punya saya sudah dipasang, linknya saya pasang lagi..
    terima kasih

    ReplyDelete
  8. pengen kaya gini, tulisannya enak dibaca, blognya keren lagi.Terimakasih.

    Salam Kenal

    ReplyDelete
  9. artikel yang sungguh memicu saya untuk selalu percaya atas kemampuan

    ReplyDelete
  10. Salam kenal OM ,, saya ngajak tukeran link nih ,,
    boleh nggak .. :)

    ReplyDelete
  11. artikel yang sangat menarik untuk dibaca dan selalu dikembangkan dalam mengembalikan jati diri bangsa agar semakin memahami

    ReplyDelete
  12. pertamax.. :)
    boleh tuker link ga? ^_^
    btw, ngomongin soal cara mengatasinya, aq jd inget satu frase dalam serial avatar: "keberanian muncul dari dalam diri sendiri, sedikit bantuan dari luar akan menjadi bantuan yang sangat berharga"

    ReplyDelete
  13. terkait dengan kontrol diri, blogging bisa jadi sarana untuk kontrol diri loh mas...

    merasa malu seandainya keseharian kita bertolak belakang dengan apa yang kita tuliskan

    Salam Kreatif,
    Octa Dwinanda

    ReplyDelete
  14. yang penting proses memperbaiki diri jalan terus mas,, pengingkaran diri seperti yg panjenengan contohkan memang kerap terjadi pada diri kita sendiri,,, tapi apapun yang penting kita berusaha menjadi lebih baik setiap harinya...

    ReplyDelete
  15. PEngingkaran diri akan membuat diri kita semakin rusak.

    ReplyDelete
  16. Pengingkaran diri akan membuat kita terjerumus ke dalam perbuatan yang menyesatkan.

    ReplyDelete
  17. mengingkari diri dapat membuat diri kita rusak.

    ReplyDelete
  18. Terima Kasih, Tulisan yang sangat membantu. Salam Sukses!

    ReplyDelete
  19. Terima kasih atas pencerahannya, tulisannya menarik juga. Saya akan coba

    ReplyDelete
  20. aku paling senang dengan semua pengetahuan ini, terima kasih sudah berbagi ilmu

    ReplyDelete
  21. Setelah membaca Info dan Artikel, saya jadi ingin mencoba. Salam Sukses

    ReplyDelete
  22. Terima kasih atas Artikel dan Info yang selalu menambah wawasan.semoga sukses

    ReplyDelete
  23. Menarik, sangat Menarik Artikel dan Tipsnya. boleh dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  24. Artikel yang sangat Innovatif dan banyak Tipsnya. jadi ingin coba. semoga berhasil

    ReplyDelete
  25. Tulisan dan Tipsnya sangat bermanfaat dan Infomatif. wajib dicoba. sukses selalu.

    ReplyDelete
  26. Tips yang cerdas cuma di Wibesite ini banyak kumpulan Artikel bagus. harus dicoba. salam sukses

    ReplyDelete
  27. Amazing artikel, Infonya bagus banyak mengandung Tips dan Pesan yang bermutu. salam sukses

    ReplyDelete
  28. Tips dan Info menarik, boleh dicoba, Semoga berhasil

    ReplyDelete
  29. Setelah membuka Wibesite ini, saya menemukan Artikel yang Amazing dan infonya boleh dicoba. Sukses selalu

    ReplyDelete
  30. Saya menemukan Artikel hebat di wibesite ini jadi ingin coba Tipsnya. Semoga berhasil

    ReplyDelete
  31. Artikel Menarik terutama Infonya, boleh dicoba. Salam sukses

    ReplyDelete
  32. Memang banyak org melakukan pengingkaran diri sendiri, baik itu dilakukan secara sadar ataupun tidak. Pd umumnya yg di maui, dibutuhkan dan di inginkan orang adalah sesuatu yg
    baik dan benar. Tapi ironinya, dia menolak kebaikan atau kebenaran yg datangnya dari org lain, karena dia tdk suka sama org itu.

    ReplyDelete

Your Comment here